Kamis, 24 November 2011

Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pendidikan

Denpasar, Rabu (14 November 2007)--Sejak diluncurkannya Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Maret 2007, Jardiknas telah menjadi jejaring teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terbesar di Indonesia, khususnya pada dunia pendidikan. Sekarang tinggal bagaimana memberikan akses kepada jejaring sekolah dan perguruan tinggi yang belum terhubung dan mengembangkan konten pendidikan.
"Sekarang ini permasalahannya adalah memperbanyak konten. Nanti kalau konten sudah dihasilkan, berikutnya adalah bagaimana mengaktivasi berbagi konten. Perguruan tinggi saling berbagi materi pembelajaran yang berbasis TIK, demikian juga antar sekolah," kata Mendiknas Bambang Sudibyo pada Simposium Internasional Open, Distance, and E-Learning 2007 di Hotel Discovery Kartika Plaza, Denpasar, Bali, Rabu (14/11).
Bambang menyampaikan, pada tahun 2007 pemerintah mulai memberikan pendanaan pengembangan konten pendidikan bagi sekolah, perguruan tinggi, atau dinas pendidikan. Untuk sekolah, kata dia, pengembangan konten terutama ditujukan bagi sekolah-sekolah yang bertaraf internasional atau sedang dirintis untuk bertaraf internasional.
Kemudian, lanjut Bambang, sekolah-sekolah ini melalui website saling berbagi konten yang mereka miliki dengan sekolah lain. "Dengan cara ini bisa dengan cepat terjadi proses penyebaran material dan sumber pembelajaran menggunakan TIK."
Tidak kalah pentingnya, kata Bambang, adalah pelatihan bagi guru. Bambang mengatakan, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) telah melakukan pelatihan TIK bagi guru secara besar-besaran. Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Ka Pustekkom) Depdiknas Lilik Gani menambahkan, sampai akhir tahun 2007 pemerintah akan melakukan pelatihan dan sosialisasi TIK di sebanyak 84 kabupaten daerah tertinggal.
Selain itu, kata Lilik, pada 2008 pemerintah akan menggelontorkan sebanyak Rp.500 milyar untuk SMA dan SMK, serta jumlah yang sama untuk SMP guna membangun pusat sumber belajar. "Infrastruktur sudah siap, kita sedang mengembangkan komunitas e-konten sebagai sarana untuk membangun konten pendidikan," katanya.***

Rabu, 16 November 2011

.smkn7bandung.sch.id

Selamat datang Pak Direktur

 Active Image
Kunjungan Kerja Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebdayaan Indonesia Bapak Dr. Joko Sutrisno ke Kota Bandung akan dipusatkan di ruang Multi media SMK Negeri 7 Bandung.
Dalam Kunjungan Kerja tersebut beliau didampingi oleh Kepala Dinas Kota Bandung dan  Kepala Bidang PSMAK Kota Bandung. pada pertemuan yang akan berlangsung pada pukul 15.00 WIB juga  dihadiri oleh Kepala Sekolah dan Komite Sekolah SMK Negeri dan Suasta Kota Bandung, Kepala Sekolah dan Komite SMA Kota Bandung juga unsur-unsur dari Dinas Pendidikan Kota Bandung.
Dalam kunungan kerja tersebut beliau akan melihat langsung sejauh mana kemajuan yang telah dicapai oleh SMK di kota Bandung Baik itu SMK RSBI ataupun SMK yang belum RSBI.